Dua Pria Ditahan karena Meng-hack ATM dan Mengubahnya Jadi Mesin Jackpot Uang

Rabu, 7 Februari 2018 14:04
Dua Pria Ditahan karena Meng-hack ATM dan Mengubahnya Jadi Mesin Jackpot Uang

Sooperboy.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah menangkap dan mendakwa dua orang pria karena melakukan penipuan bank.

Kedua pria itu ditahan setelah mereka meng-hack mesin ATM yang menyebabkan ATM itu mengeluarkan semua cadangan uang mereka seperti mesin slot Vegas saat seseorang mendapat hadiah jackpot.

Menurut The Verge, Rabu 7 Februari 2018, serangan tersebut, yang dikenal dengan "jackpotting", biasanya dilakukan oleh pelaku yang berpakaian sebagai teknisi perbaikan ATM untuk menaruh perangkat lunak dan atau perangkat keras berbahaya, sehingga ATM itu terus-menerus mengeluarkan uang tunai.

Dua pria tersebut adalah pria asal Spanyol berusia 31 tahun bernama Alex Alberto Fajin-Diaz dan Argenys Rodriguez, 21 tahun dari Massachusetts, Amerika Serikat. Keduanya ditangkap pada 27 Januari lalu.

Penyidik ​​menghubungi polisi saat menemukan Fajin-Diaz dan Rodriguez di dekat ATM yang tengah mengeluarkan uang kontan U$ 20 atau Rp 266 ribu terus-menerus.

Ketika polisi menggeledah kendaraan pria tersebut, mereka menemukan "alat dan perangkat elektronik yang sesuai dengan barang yang dibutuhkan untuk membajak ATM" dan juga uang kontan lebih dari U$ 9.000 atau Rp 120 juta yang terdiri dari uang U$ 20.

Sebuah laporan dari jurnalis keamanan Brian Krebs minggu lalu menggarisbawahi sebuah peringatan Dinas Secret Service untuk membahas lebih detail bagaimana pembuatan jackpotting.

Pencuri akan berlagak sebagai teknisi ATM, lalu  menemukan bagian internal ATM di mana mereka dapat memasang kabel untuk menyinkronkan laptop mereka dengan komputer ATM.

ATM kemudian menampilkan pemberitahuan layanan dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Pencuri dapat memaksa mesin untuk mengeluarkan uangnya. ATM mandiri seperti yang ada di apotek dan kotak pengecer dinilai paling berisiko jadi sasaran.

Video dari MIT di bawah ini bisa mensimulasikan serangan jackpotting ke mesin ATM:

Menurut Departemen Kehakiman AS, aparat penegak hukum telah menyelidiki serangan ATM di Connecticut, Hamden, Guilford, dan Rhode Island. Aksi kejahatan bank itu bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal 30 tahun.

Jackpotting sebagian besar terjadi di Eropa, Meksiko, dan Asia. Namun pekan lalu, Dinas Rahasia AS mengatakan bahwa ATM di seluruh AS telah kehilangan lebih dari U$ 1 juta atau Rp 13 miliar dari aksi jackpotting, dijarah oleh sekelompok hacker yang kemungkinan terkait dengan sindikat kejahatan internasional.

Dengan penangkapan ini, jelas bahwa produsen ATM dan pemilik toko perlu meningkatkan kewaspadaan mereka sekarang karena jackpotting telah tiba di AS.

Di Indonesia, kejahatan model ini bukan tak mungkin juga tengah terjadi. (eha)

Baca juga:

Data Pelanggan Dijebol, Uber Bayar Hacker 20 Tahun Uang Tebusan Rp 1,3 Miliar

Takut Komputer Dibobol Hacker Rusia, Juara Dunia Catur Lapor Polisi

Jim Geovedi, Hacker Asal Lampung Peretas Satelit

SexyCyborg, Si Hacker Seksi Dari Cina

Kim Kardashian dan Vanessa Hudgens Menjadi Korban Hacker