Welcome to the club !

Sooperboy

Boys will be boys!
SOOPERBOY.com hadir sebagai portal gaya hidup dan hiburan interaktif untuk pria asli yang pintar, berani dan suka tantangan!

Previous Next
Sport News

Sang Pengadil yang Diadili

BY Fadly Molana - 10 December 2012 00:00

Terkadang, hasil pertandingan tak selalu ditentukan oleh tim mana yang paling hebat, tak jarang wasit ikut serta menentukan hasil pertandingan. Seorang wasit terkadang membuat keputusan yang merugikan salah satu tim, dan mengubah jalannya pertandingan.

Setiap ada pertandingan sepakbola, jutaan mata akan tersita untuk menyaksikan laga yang berjalan 90 menit tersebut. Di lapangan dengan panjang 120 meter dan lebar 75 meter ini, 24 orang dari 2 tim yang berbeda akan saling beradu skill dan kemampuan untuk menjaringkan bola sebanyak-banyaknya. Dua tim yang saling bertarung itu akan diawasi oleh seorang wasit dan beberapa asistennya yang menentukan jalannya pertandingan.

Terkadang, hasil pertandingan tak selalu ditentukan oleh tim mana yang paling hebat, tak jarang wasit ikut serta menentukan hasil pertandingan. Seorang wasit terkadang membuat keputusan yang merugikan salah satu tim, dan mengubah jalannya pertandingan.

Tentunya Anda masih ingat gol ‘Tangan Tuhan’ Diego Maradona ke gawang Inggris saat pagelaran Piala Dunia 1986 di Meksiko. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas Maradona meninju bola menggunakan tangan dan menceploskannya ke gawang Inggris yang dijaga Peter Shilton. Namun wasit asal Tunisia Ali Bin Nasser, tetap mengesahkan gol tersebut yang mengakibatkan Inggris tersingkir dari Piala Dunia.

Berbagai keputusan kontroversial terus terjadi di setiap pertandingan yang baik melibatkan tim negara maupun klub. Pada Piala Dunia 2010, Inggris kembali menjadi korban dari ketidakbecusan wasit dalam memimpin pertandingan. Pada saat itu Inggris tertinggal 1-2 oleh Jerman, gelandang tim Inggris, Frank Lampard menendang bola dengan keras ke arah gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer. Bola sempat mengenai mistar gawang dan menyentuh tanah sebelum dibuang oleh Manuel Neuer. Sepintas, bola tak melewati garis gawang, namun dalam tayangan ulang, terlihat jelas bola sudah melewati garis. Namun wasit asal Uruguay yang saat itu bertugas, Jorge Larrionda maupun asistennya, Mauricio Espinosa tak mengesahkan gol tersebut. Tak ayal, keputusan kontroversi itu menyebabkan mental tim Inggris drop dan kembali kebobolan dengan skor akhir 1-4 untuk keunggulan Jerman.

Di ajang pertandingan klub pun wasit kerap melakukan kesalahan. Yang terbaru adalah ketika klub Chelsea yang bertanding melawan Manchester United merasa dirugikan dengan kepemimpinan wasit Mark Clattenburg yang mengeluarkan dua kartu merah untuk pemain Chelsea dan mengesahkan gol Chicharito yang jelas-jelas terlihat offside. Berkat gol tersebut, pertandingan dimenangkan oleh Manchester United dengan skor 3-2.

Bagaimana di Indonesia? Terkadang hukuman yang diterima wasit tak perlu menunggu waktu yang lama. Pemain sepakbola di Liga Indonesia kerap melakukan intimidasi langsung secara beramai-ramai kepada wasit di lapangan hijau. Hal ini terjadi memang karena keputusan keliru yang dibuat wasit dan juga mental pesepakbola Indonesia yang belum bisa menghargai sosok pengadil lapangan.

FIFA selaku organisasi sepakbola dunia tidak tinggal diam. Selain terus mempersiapkan teknologi garis gawang, sejumlah pengadil lapangan yang memberikan keputusan kontroversi dihukum, seperti Mateu Lahoz, wasit yang memimpin pertandingan Sevila melawan Barcelona di Liga Spanyol. Ia dihukum tidak boleh memimpin pertandingan dalam satu liga. Hukuman ini terbilang ringan, dibandingkan dengan Mark Clattenburg yang dihukum tidak boleh mengawal pertandingan sampai waktu yang belum ditentukan. Sejumlah wasit lain yang didakwa mengeluarkan keputusan keliru juga dihukum, bahkan sampai ada yang mengalami hukuman pemberhentian sebagai wasit.

Di era sepakbola modern, kinerja wasit justru semakin dipertanyakan. Mulai dari keputusan-keputusan yang kontroversial, sampai tudingan wasit yang dapat disuap untuk memenangkan tim tertentu. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kekeliruan dari wasit, seperti penambahan alat komunikasi, serta penambahan dua orang asisten wasit disisi gawang. Sayangnya hal tersebut hanya berlaku bagi wasit-wasit yang bertugas di Benua Eropa saja.

Wasit memang manusia biasa yang kerap melakukan kesalahan, namun demi menegakkan fair play yang terus didengungkan oleh FIFA, sudah sepatutnya organisasi sepakbola dunia itu berupaya meningkatkan kinerja wasit demi meminimalisir keputusan yang kontroversial. Salah satunya dengan menerapkan teknologi terbaru seperti teknologi garis gawang yang saat ini masih dalam penelitian lebih lanjut.

  
Sang Pengadil yang Diadili view my sooperbox
Sang Pengadil yang Diadili view my sooperbox
Sang Pengadil yang Diadili view my sooperbox

Pictures 1 of 50