Walaupun dikecam banyak pihak, nyatanya matador tetap berjalan hingga detik ini. Matador adalah olahraga sekaligus budaya asal Spanyol yang menandingkan seekor banteng dengan torero yang bersenjatakan kain berwarna merah dan pedang.
Dalam bahasa setempat, pertandingan manusia melawan banteng ini disebut alternativa. Secara harfiah matador berarti pembunuh, sedangkan torero adalah pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng. Tugas torero adalah mempermainkan dan pada akhirnya membunuh sang banteng.
Pertandingan tak seimbang ini tetap digemari karena menjanjikan kejayaan bagi torero, terutama pada tahun 1960-an. Seorang torero akan diperlakukan layaknya sebuah bintang, memiliki banyak penggemar, pendapatan yang melimpah, dan sering diberitakan di pelbagai media massa. Namun saat ini, profesi sebagai matador tidak seglamor dulu. Juan Belmonte García adalah seorang torero yang paling terkenal sepanjang masa. Ia orang yang merevolusi pertarungan alternativa dan kemudian menjadi standar dalam penilaian matador masa kini. Kesuksesannya dari menjadi torero menghantarkannya menjadi cover majalah Time pada tahun 1925. Juan Belmonte García tewas bunuh diri menggunakan senjata api pada tahun 1962 diusia 69.
Terdapat tiga bagian dalam pertandingan manusia melawan banteng ini. Yang pertama, seorang torero akan menggunakan capote, kain besar berwarna ungu atau kuning. Kemudian, seseorang yang menunggang kuda dengan tombak di tangan akan menusuk bagian otot banteng untuk melemahkan kekuatan banteng tersebut.
Bagian kedua disebut suerte de banderillas, di mana tiga banderilleros ditantang menyangkutkan masing-masing sepasang banderillas, berbentuk seperti kayu, ke punggung banteng. Bagian terakhir disebut suerte suprema, dan inilah yang ditunggu-tunggu oleh ribuan penonton yang datang memadati arena pertandingan. Torero akan menggunakan kain merah yang disebut muleta dan dia harus dapat menunjukkan faena, keterampilan menguasai banteng. Pada bagian ini penonton barulah dapat melihat keindahan adu banteng, dimana sang banteng akan berada dekat dengan tubuh torero dan akhirnya akan terbunuh dengan sebilah pedang.
Lazimnya dalam pertandingan alternativa, seekor banteng biasanya akan mati terbunuh di tangan torero, namun banyak juga korban berjatuhan dari kalangan torero. Salah satu torero paling terkenal dalam sejarah, Manolete, tewas dalam pertarungan alternativa pada tahun 1947. Hingga kini setidaknya lebih dari 40 torero merenggang nyawa di gelanggang pertarungan. Ya, matador adalah budaya membunuh atau dibunuh.
